Tingkatkan Literasi Digital, SMK Muhammadiyah 1 Gelar Sosialisasi Waspada Berita Hoaks
Jakarta, jktmu.com – 10 DESEMBER 2025 SMK Muhammadiyah 1 Jakarta baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan sosialisasi mendalam mengenai Keamanan Informasi, dengan fokus utama pada penanggulangan dan pencegahan berita bohong (hoaks). Kegiatan ini bertujuan membekali para siswa dengan keterampilan penting dalam membedakan informasi yang akurat dari disinformasi yang marak beredar di ruang digital.
Tujuan Utama: Melawan Minimnya Literasi
Menurut panitia penyelenggara, tujuan inti dari sosialisasi ini adalah untuk memastikan peserta didik memahami betul apa itu hoaks dan langkah-langkah konkret untuk mencegahnya.
”Tujuannya adalah agar anak-anak ini bisa tahu apa itu berita hoaks dan bagaimana cara mencegahnya. Karena di masa sekarang ini, orang-orang, khususnya para siswa, itu belum bisa membedakan mana berita asli dan berita bohong,” jelas salah satu narasumber.
Penyelenggara juga menyoroti bahwa minimnyaliterasi di kalangan masyarakat, termasuk siswa, menjadi alasan utama mengapa berita hoaks begitu mudah menyebar dan dipercaya.
Target: Penguatan Literasi dan Pengamalan Ilmu
Sosialisasi ini menetapkan target utama untuk mendorong penguatan literasi digital di kalangan siswa. Panitia berharap, literasi yang dimiliki siswa harus “lebih kencang lagi” guna meminimalisasi penyebaran hoaks di lingkungan sekolah dan sekitarnya.
”Literasi yang mereka punya itu harus lebih kencang lagi, biar hoaks di kalangan siswa tuh enggak gampang nyebar,” tambahnya.
Selain itu, target jangka panjang yang diharapkan adalah agar para siswa SMK Muhammadiyah 1 dapat mengamalkanilmu yang telah diberikan dan menyebarkannya ke lingkungan sekitar, menjadikan sekolah sebagai pusat penyebaran kesadaran keamanan informasi.
Harapan: Siswa Mampu Berpikir Kritis
Panitia berharap, setelah mengikuti kegiatan ini, para siswa tidak hanya mengerti definisi hoaks dan pentingnya literasi, tetapi juga menggunakan media sosial dengan bijak—khususnya dalam menyikapi berita.
”Literasi itu penting banget, terutama literasi di media sosial,” ujar narasumber.
Dalam konteks isu-isu sensitif, seperti berita mengenai pemerintahan dan isu politik, siswa diharapkan memiliki kemampuan untuk menelaah informasi secara kritis untuk memverifikasi kebenarannya.
Narasumber menekankan pentingnya pengembangan kemampuan berpikir kritis: “Pikirkritistuhsangat–sangatpentingdiumurkalian,” ujarnya. “Karena semakin kalian berpikir kritis, semakin bertambah wawasan kalian, semakin banyak relasi yang kalian dapat.” Kemampuan berpikir kritis dianggap sebagai kunci utama bagi siswa untuk navigasi yang aman dan cerdas di era informasi saat ini.
Penulis: Muhammad Jafar Firdaus, Muhammad Raikhan Baihaqi (Tim Jurnalistik)
