Kunjungan Delegasi Liuzhou Second Vocational and Technical School Perkuat Kolaborasi Vokasi Internasional
Jakarta, jktmu.com – SMK Muhammadiyah 1 Jakarta menerima kunjungan delegasi dari Liuzhou Second Vocational and Technical School, Tiongkok, pada Selasa, 28/4/2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama pendidikan vokasi berbasis industri antara Indonesia dan Tiongkok.
Delegasi dari Liuzhou dipimpin oleh Huang Yuxin selaku Principal, didampingi Chen Binbin (Vice Principal), Yu Bing (Director of Academic Practical Training and Employment Department), Liu Yujie (Director of Mechanical Engineering Department), serta Tang Qi (External Affairs Officer). Rombongan disambut oleh Kepala SMK Muhammadiyah 1 Jakarta, Febriantoni, bersama Wakil Kepala Sekolah Ikhwan Muttaqin (Kurikulum), Susilawati Hamdayani (Kesiswaan), serta seluruh jajaran staf.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pengenalan kedua belah pihak, baik dari Liuzhou maupun SMK Muhammadiyah 1 Jakarta. Selanjutnya, masing-masing institusi memaparkan profil sekolah, sistem pembelajaran, serta keunggulan program yang dimiliki. Dalam sesi ini, pihak Liuzhou menunjukkan ketertarikan besar terhadap sistem pendidikan di Indonesia, khususnya jaringan pendidikan Muhammadiyah. Mereka mengajukan pertanyaan terkait jumlah sekolah Muhammadiyah, sistem pengelolaan, serta pengembangan kurikulum dan karakter peserta didik.

Dalam pemaparannya, pihak Liuzhou menjelaskan bahwa Liuzhou Second Vocational and Technical School merupakan salah satu institusi vokasi unggulan di Kota Liuzhou, Provinsi Guangxi, yang dikenal sebagai kawasan industri otomotif dengan keberadaan perusahaan besar seperti Wuling dan Dongfeng, serta industri kendaraan khusus, termasuk kendaraan pendingin. Sekolah ini memiliki sekitar 10.000 siswa dan 500 guru, dengan 24 program keahlian yang terbagi dalam lima bidang utama, termasuk teknik mesin dan otomotif berbasis kendaraan konvensional dan listrik. Setiap jurusan menempati gedung tersendiri dengan fasilitas praktik yang disesuaikan dengan standar industri.
Sistem pembelajaran di sekolah tersebut menekankan praktik sebagai inti pembelajaran, dengan porsi minimal 50 persen. Kegiatan belajar berlangsung pukul 08.00 hingga 16.30 dengan waktu istirahat sekitar 2,5 jam. Siswa juga menjalani praktik kerja lapangan selama enam bulan di industri. Sebagai sekolah negeri, pendidikan diberikan secara gratis. Pembelajaran didukung teknologi digital, di mana siswa dapat mengakses materi melalui sistem barcode.
Selain kompetensi teknis, sekolah ini juga menanamkan pendidikan karakter melalui kurikulum khusus yang memuat nilai moral, hubungan sosial, serta kesehatan mental. Program tersebut dilaksanakan dua kali dalam sepekan dengan total 36 pertemuan per semester dan didukung tenaga pengajar yang telah mendapatkan pelatihan khusus, termasuk di bidang psikologi.
Dalam sesi diskusi, kedua pihak saling bertukar informasi terkait sistem pendidikan, peluang kerja sama, serta pengembangan sumber daya manusia. Kepala SMK Muhammadiyah 1 Jakarta, Febriantoni, menyampaikan harapan agar kerja sama dapat diwujudkan dalam bentuk pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, serta peluang bagi siswa untuk belajar di Tiongkok. Pihak Liuzhou menegaskan bahwa peningkatan kapasitas guru menjadi langkah awal yang penting sebelum implementasi kerja sama lebih lanjut. Mereka juga membuka peluang kolaborasi dalam kompetisi keterampilan tingkat internasional.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan delegasi ke laboratorium praktik SMK Muhammadiyah 1 Jakarta. Dalam kunjungan tersebut, delegasi melihat langsung fasilitas dan sarana praktik yang digunakan siswa. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, serta diakhiri dengan makan bersama yang mempererat hubungan kedua pihak. Dalam suasana tersebut, delegasi Liuzhou juga menyampaikan undangan untuk melakukan kunjungan balasan ke Tiongkok sebagai bagian dari penguatan kerja sama berkelanjutan.
Penulis: Tati Nurkhikmah
