Baitul Arqom PDM Jakarta Pusat Perkuat Ideologi Muhammadiyah bagi Guru dan Tenaga Kependidikan SMK Muhammadiyah 1 Jakarta
Bogor, jktmu.com – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Pusat menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqom sebagai upaya penguatan ideologi dan nilai-nilai dasar Persyarikatan Muhammadiyah. Kegiatan ini diikuti oleh Guru dan Tenaga Kependidikan SMK Muhammadiyah 1 Jakarta sebagai bagian dari pembinaan kader dan penguatan karakter pendidik Muhammadiyah.
Salah satu materi utama dalam kegiatan ini adalah Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah (MADM) yang disampaikan oleh Dr. Irwan Baadilla, M.Pd. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah merupakan ideologi Muhammadiyah yang memuat sistem paham tentang konsep kehidupan, cara berpikir, cita-cita, serta strategi perjuangan Muhammadiyah dalam mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Dr. Irwan Baadilla menjelaskan bahwa MADM disusun oleh Ki Bagus Hadikusumo sejak tahun 1945 dan disahkan pada Sidang Tanwir Muhammadiyah tahun 1951. Lahirnya Muqaddimah ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran akan melemahnya ruh perjuangan Muhammadiyah akibat perkembangan lahiriah serta masuknya pengaruh luar yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Pokok-pokok pikiran dalam MADM merupakan refleksi dari perjuangan dan pemikiran KH. Ahmad Dahlan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa MADM menjiwai seluruh gerak dan usaha Muhammadiyah serta menjadi landasan dalam menyusun sistem kerja organisasi. Ideologi ini memberikan gambaran tentang pandangan Muhammadiyah terhadap kehidupan manusia, cita-cita yang ingin diwujudkan, serta cara-cara perjuangan untuk mencapainya, yaitu terwujudnya masyarakat Islam yang adil dan makmur, lahir dan batin, serta diridhai Allah SWT.
Materi juga menegaskan prinsip-prinsip dasar Muhammadiyah, di antaranya kehidupan yang berlandaskan tauhid, kewajiban menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam, pentingnya perjuangan melalui organisasi, serta meneladani perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
Untuk memperdalam pemahaman, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok menggunakan metode “Filosofi Pohon”. Melalui metode ini, para Guru dan Tenaga Kependidikan diajak menyusun isi Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah secara hierarkis sebagai simbol bahwa ideologi Muhammadiyah harus menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter pendidik, budaya kerja, dan pengabdian di lingkungan amal usaha pendidikan Muhammadiyah.
Melalui kegiatan Baitul Arqom yang diselenggarakan oleh PDM Jakarta Pusat ini, diharapkan Guru dan Tenaga Kependidikan SMK Muhammadiyah 1 Jakarta semakin memahami, menghayati, dan mengimplementasikan nilai-nilai ideologi Muhammadiyah dalam menjalankan tugas pendidikan, pelayanan, serta dakwah melalui jalur pendidikan.
Penulis: Krispiyadi
