Sinergi Orang Tua dan Sekolah: SMK Muhammadiyah 1 Jakarta Gelar Seminar Parenting Perkuat Karakter Remaja Putri
Jakarta, jktmu.com – SMK Muhammadiyah 1 Jakarta menggelar Seminar Parenting bertajuk “Benteng Pertama Remaja Putri: Membangun Karakter, Komunikasi, dan Ketahanan Diri di Era Digital” pada Sabtu, 21 Agustus 2026. Sebanyak 90 orang tua dan wali murid putri hadir memenuhi ruangan untuk memperkuat kolaborasi bersama pihak sekolah dalam membimbing tumbuh kembang anak di era serba digital.
Rangkaian acara dibuka dengan pemaparan dari Andrew perwakilan Pro Act, yang menekankan bahwa masa depan anak dibentuk oleh empat fondasi utama, yakni rumah, sekolah, potensi, dan dunia kerja. Dari keempat aspek tersebut, sinergi yang solid antara rumah dan sekolah menjadi kunci yang paling fundamental.
Menjadi narasumber utama, Nyayu Nuurhasanah atau yang akrab disapa Bu Nunung menjelaskan pentingnya peran keluarga sebagai tempat aman (safe space) bagi anak. Di tengah derasnya arus dunia digital tanpa batas, rumah harus hadir sebagai benteng pertahanan utama. Bu Nunung mengingatkan agar orang tua menghindari kebiasaan memberi nasihat terlalu panjang, menginterogasi, memberi label negatif, atau membandingkan anak dengan orang lain. Setiap anak memiliki keunikan tersendiri, dan yang mereka butuhkan saat ini adalah didengarkan tanpa dihakimi maupun dipotong saat bercerita. Setelah ruang komunikasi terbuka hangat, barulah nasihat bijak dapat disampaikan sesuai permasalahan yang dihadapi anak.
Suasana seminar berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, terutama pada sesi diskusi dan tanya jawab saat para orang tua saling berbagi pengalaman mengasuh anak. Langkah nyata yang diambil SMK Muhammadiyah 1 Jakarta ini menjadi pilar penting dalam merajut kemitraan erat antara sekolah dan keluarga.
Sebab, benteng terkuat seorang remaja putri sejatinya tidak dibangun dari aturan yang mengekang, melainkan dari rasa aman untuk pulang dan didengarkan. Ketika rumah menjadi ruang penerimaan yang hangat dan sekolah menjadi ajang penempaan potensi yang tepat, remaja putri tidak hanya terlindungi dari terpaan negatif era digital, tetapi juga bertumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berkarakter mulia, serta siap melangkah mantap menyongsong masa depan.
Penulis: Nurmia safitri
