Semangat Ujian Praktik ISMUBA: Dari Membaca Al-Qur’an hingga Mengurus Jenazah
Jakarta – Ujian praktik mata pelajaran ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) menjadi momen penting bagi siswa dalam mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama di sekolah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan peningkatan pemahaman keagamaan secara langsung.
Dalam pelaksanaannya, siswa diuji dalam berbagai aspek ibadah dan keterampilan keislaman, seperti membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, menghafal surat-surat dalam Juz Amma, praktik wudhu, sholat wajib, sholat jenazah, hingga tata cara mengurus jenazah mulai dari memandikan hingga mengkafani.
Banyak siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti ujian praktik ini. Mereka tampak bersemangat dan serius dalam menjalani setiap tahapan ujian. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran ISMUBA tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga mampu dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu siswa mengungkapkan bahwa ujian ini sangat bermanfaat. “Dengan adanya ujian praktik ini, saya jadi lebih memahami cara membaca Al-Qur’an dengan benar. Alhamdulillah, saya juga sudah hafal beberapa surat di Juz Amma,” ujarnya. Siswa lainnya juga menambahkan bahwa mereka kini lebih percaya diri dalam melaksanakan ibadah. “Saya jadi tahu tata cara wudhu dan sholat yang benar, termasuk sholat jenazah dan bagaimana mengurus jenazah,” katanya.
Tujuan utama dari ujian praktik ISMUBA ini adalah untuk memastikan bahwa siswa tidak hanya memahami ilmu agama secara teori, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan nyata. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk pribadi siswa yang berakhlak mulia, mandiri dalam beribadah, serta siap berkontribusi di tengah masyarakat. Harapan ke depan, melalui ujian praktik ini, siswa dapat terus meningkatkan kualitas ibadahnya serta menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keislaman. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu menjadi teladan yang baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Penulis: Ustad Ripki Atkia
