News

Baitul Arqam Guru: Menguatkan Identitas Guru Muhammadiyah yang Beriman, Berilmu, dan Berteknologi

Bogor, jktmu.com — Dalam rangka memperkuat identitas dan peran pendidik, sekolah Muhammadiyah menyelenggarakan Kegiatan Baitul Arqam Guru pada Kamis, 5 Februari 2026, pukul 16.15 WIB, bertempat di Hotel Mega Mendung Resort, Bogor. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Guru Muhammadiyah Beriman, Berilmu, dan Berteknologi” dan diikuti oleh seluruh guru sebagai bagian dari proses pembinaan ideologi serta penguatan karakter keislaman.
Salah satu materi penting yang disampaikan adalah “Ibadah Praktis”, yang menekankan bahwa ibadah harus dilaksanakan sesuai tuntunan Rasulullah SAW tanpa adanya tambahan maupun perubahan dari manusia. Hal ini menjadi dasar bagi guru Muhammadiyah dalam menjalankan kehidupan pribadi maupun profesional.
Pemateri menjelaskan peran Majelis Tarjih Muhammadiyah sebagai lembaga yang menetapkan pedoman keagamaan. Majelis Tarjih memiliki tiga produk utama, yaitu Putusan Tarjih, Fatwa, dan Wacana. Putusan Tarjih merupakan keputusan resmi Muhammadiyah dalam bidang agama, fatwa menjadi jawaban atas persoalan keagamaan masyarakat, sementara wacana berfungsi sebagai gagasan yang mendorong lahirnya ijtihad yang relevan dengan perkembangan zaman.
Dalam penyampaiannya, pemateri menegaskan,
“Ibadah dalam Muhammadiyah harus kembali pada Al-Qur’an dan Sunnah. Guru Muhammadiyah tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga memberi teladan dalam cara beribadah yang benar.”
Peserta juga diajak memahami konsep ibadah dalam Islam, termasuk membedakan antara urusan agama dan urusan dunia, serta memisahkan perkara ibadah dari adat atau kebiasaan. Pemahaman ini diharapkan membentuk pola pikir yang lurus dan rasional dalam menyikapi persoalan kehidupan.
Selain itu, ditegaskan bahwa identitas Muhammadiyah tercermin dalam tiga hal utama, yaitu penampilan, cara berpikir, dan perilaku. Ketiganya harus mencerminkan nilai Islam yang berkemajuan dan berlandaskan perintah, larangan, serta petunjuk Allah SWT.
Pemateri juga menyampaikan bahwa guru Muhammadiyah dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas diri,
“Guru Muhammadiyah hari ini harus kuat imannya, luas ilmunya, dan mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana dakwah dan pendidikan.”
Melalui kegiatan Baitul Arqam Guru ini, diharapkan para pendidik mampu menjadi sosok teladan yang tidak hanya profesional dalam mengajar, tetapi juga kokoh dalam akidah, lurus dalam ibadah, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi di dunia pendidikan.

Penulis: Imroatul Afifah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *