SMK Muhammadiyah 1 Jakarta Gelar Kegiatan Uji Emisi Kendaraan Bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Lingkungan Hidup

Jakarta, jktmu.com — SMK Muhammadiyah 1 Jakarta melaksanakan kegiatan uji emisi kendaraan bermotor sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap kualitas udara dan memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya kendaraan yang memenuhi standar emisi.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Bapak Hasbi dari Dinas Pendidikan dan Bapak Yana dari Dinas Lingkungan Hidup, serta pemateri teknis Ibu Lia dan Bapak Heru Sugiarto yang memberikan penjelasan mengenai mekanisme dan prosedur pelaksanaan uji emisi kendaraan bermotor.
Dalam kegiatan tersebut dijelaskan bahwa uji emisi dilakukan melalui pengecekan kondisi emisi kendaraan menggunakan peralatan khusus yang telah dikalibrasi. Pengujian bertujuan untuk mengetahui apakah emisi gas buang kendaraan telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan, sehingga dapat mendukung upaya menjaga dan meningkatkan kualitas udara di lingkungan.
Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk memahami secara langsung proses pengujian menggunakan alat uji emisi. Selain praktik pengujian, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengetahui dan memahami standar baku mutu emisi kendaraan.
Mengenal Mekanisme Uji Emisi
Ibu Lia menjelaskan mekanisme pelaksanaan uji emisi kendaraan, mulai dari kendaraan datang ke lokasi pengujian, dilakukan pemeriksaan menggunakan alat uji emisi yang telah dikalibrasi, hingga hasil pengujian dicetak sebagai bukti.
Terdapat beberapa kategori tempat yang dapat melaksanakan pengujian emisi, yaitu:
- Bengkel
- Kios Emisi
- Kendaraan layanan uji emisi
Proses pengecekan hasil uji emisi juga dapat dilakukan melalui aplikasi. Petugas dapat masuk ke layanan pengujian, melakukan login, memasukkan nomor polisi kendaraan, kemudian mengisi data kendaraan, tipe mesin, serta data alat dan bengkel yang digunakan.
Salah satu parameter yang diperhatikan dalam pengujian adalah lambda, dengan nilai standar yang berada pada kisaran 0,9–1,0 untuk kondisi yang sesuai dengan parameter pengujian.
Kendaraan yang menjadi kategori dalam pelaksanaan uji emisi antara lain kendaraan kategori L, M, N, dan O.
Memahami Prosedur dan Dasar Hukum Uji Emisi
Sementara itu, Heru Sugiarto memberikan materi mengenai prosedur uji emisi kendaraan bermotor. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan uji emisi memiliki dasar regulasi, salah satunya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 8 Tahun 2023, yang mencakup kategori kendaraan L, M, N, dan O.
Pengujian kendaraan bermotor juga mengacu pada standar nasional Indonesia (SNI) yang berkaitan dengan pengujian emisi kendaraan dan peralatan pengujiannya.
Selain prosedur pengujian, peserta diberikan pemahaman mengenai proses pembakaran pada mesin kendaraan, khususnya mesin bensin empat langkah yang melalui tahapan hisap, kompresi, usaha, dan buang.
Dalam proses pembakaran, perbandingan campuran udara dan bahan bakar menjadi salah satu faktor penting. Kondisi campuran tersebut dapat dilihat melalui parameter lambda.
Jika nilai lambda lebih dari 1, campuran cenderung lebih banyak udara dibandingkan bahan bakar atau disebut kondisi lean. Sebaliknya, apabila lambda kurang dari 1, campuran cenderung lebih banyak bahan bakar dibandingkan udara atau disebut kondisi rich.
Faktor yang Memengaruhi Emisi Kendaraan
Heru juga menjelaskan bahwa kualitas hasil pembakaran dipengaruhi oleh berbagai komponen dan kondisi mesin. Kompresi mesin, sistem pengapian, serta penyetelan katup menjadi beberapa faktor yang perlu diperhatikan.
Perubahan kondisi kompresi dapat memengaruhi kebutuhan bahan bakar dan karakteristik pembakaran. Begitu pula dengan sistem pengapian. Sistem pengapian yang tidak bekerja dengan baik dapat menyebabkan proses pembakaran tidak optimal dan berdampak pada hasil emisi kendaraan.
Penyetelan katup juga berpengaruh terhadap proses pembakaran. Penyetelan yang tepat diperlukan agar proses masuknya campuran dan pembuangan gas hasil pembakaran dapat berlangsung dengan baik.
Pada kendaraan diesel, peserta juga diberikan pemahaman bahwa mesin diesel membutuhkan suplai udara yang optimal. Oleh karena itu, komponen seperti filter udara, throttle body (TB), throttle position sensor (TPS), dan mass airflow sensor (MAF) perlu diperhatikan kondisinya.
Materi juga membahas karakteristik bahan bakar diesel berdasarkan kandungan sulfur, termasuk perbedaan antara bahan bakar solar dan jenis bahan bakar diesel dengan kandungan sulfur yang lebih rendah.
Mendorong Kesadaran terhadap Kualitas Udara
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknologi otomotif, tetapi juga memahami hubungan antara kondisi kendaraan, proses pembakaran, emisi gas buang, dan kualitas udara di lingkungan.
Kegiatan uji emisi diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran langsung bagi peserta didik SMK Muhammadiyah 1 Jakarta, khususnya dalam menghubungkan teori yang dipelajari di sekolah dengan praktik di lapangan.
Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Lingkungan Hidup juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat hubungan dengan instansi pemerintah serta memberikan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan isu lingkungan.
Dengan adanya kegiatan tersebut, SMK Muhammadiyah 1 Jakarta terus mendorong lahirnya generasi yang Islami, Kompeten, Responsif, dan Mendunia, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan perkembangan teknologi kendaraan bermotor.
Penulis: Rayi
