Gerakan Indonesia ASRI Dorong Terwujudnya Lingkungan Sekolah yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah
Jakarta, jktmu.com – Dalam rangka menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta membangun budaya hidup bersih dan sehat di kalangan peserta didik, SMK Muhammadiyah 1 Jakarta menyampaikan materi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran bahwa lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah.
Gerakan Indonesia ASRI merupakan inisiatif nasional yang digagas pemerintah untuk menanggulangi permasalahan sampah, memperbaiki tata ruang permukiman, serta membangun budaya peduli terhadap lingkungan. Melalui gerakan ini, masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan, didorong untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Dalam penyampaiannya, pemateri menjelaskan bahwa lingkungan sekolah yang aman dan nyaman memiliki peran penting dalam mendukung proses belajar mengajar. Sekolah yang tertata dengan baik akan membantu peserta didik belajar dengan tenang, berkembang secara optimal, serta meraih prestasi akademik maupun nonakademik.
Gerakan Indonesia ASRI memiliki tiga fokus utama, yaitu pengelolaan sampah terpadu, program gentengisasi, dan penghijauan. Ketiga program tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, serta ramah lingkungan melalui keterlibatan aktif seluruh warga sekolah.
Di lingkungan sekolah, implementasi Gerakan Indonesia ASRI menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang memiliki karakter peduli lingkungan dan menerapkan pola hidup berkualitas dalam kehidupan sehari-hari.
Materi juga menjelaskan makna dari akronim ASRI, yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah, yang menjadi pedoman dalam membangun budaya positif di sekolah.
Pada aspek Aman, sekolah didorong menciptakan lingkungan yang melindungi seluruh warga sekolah melalui pemenuhan kebutuhan spiritual, perlindungan fisik dan psikis, serta keamanan sosial, budaya, dan digital. Lingkungan yang aman akan membuat siswa merasa nyaman dalam belajar dan berinteraksi.
Pada aspek Sehat, peserta didik diajak membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten, seperti mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, serta rutin melakukan aktivitas fisik atau olahraga untuk menjaga kebugaran.
Sementara itu, aspek Resik diwujudkan melalui pengelolaan kebersihan dan sampah secara tertib dan berkelanjutan. Beberapa bentuk implementasinya antara lain melaksanakan piket kelas, mengikuti kerja bakti secara berkala, membuang sampah pada tempatnya, serta menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun aspek Indah diwujudkan dengan menata lingkungan sekolah agar lebih rapi, hijau, dan nyaman. Kegiatan yang dilakukan meliputi penataan ruang kelas, penghijauan dengan menanam dan merawat tanaman, membiasakan budaya antre, serta menjaga dan tidak merusak fasilitas sekolah.
Melalui materi ini, peserta MPLS diharapkan memahami bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi merupakan kewajiban seluruh warga sekolah. Kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar terhadap terciptanya lingkungan belajar yang sehat dan berkualitas.
Sebagai penutup, pemateri menegaskan bahwa melalui penerapan Gerakan Indonesia ASRI, sekolah dapat menciptakan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah, sehingga terwujud kehidupan yang lebih baik, sehat, nyaman, serta mendukung tumbuhnya generasi yang peduli terhadap lingkungan dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
Penullis: Nabilly Izaz Khalish Dan Bilal
