Gerakan Rukun dengan Teman Tanamkan Semangat Persaudaraan dan Anti-Perundungan pada Peserta MPLS
Jakarta, jktmu.com – Dalam rangka membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan memiliki kepedulian terhadap sesama, SMK Muhammadiyah 1 Jakarta menyelenggarakan penyampaian materi Gerakan Rukun dengan Teman pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan ini mengusung slogan “Bersama Kita Hebat, Bersatu Kita Kuat” sebagai semangat untuk membangun budaya sekolah yang harmonis, aman, dan nyaman.
Melalui materi tersebut, peserta MPLS diberikan pemahaman mengenai pentingnya hidup rukun dengan teman sebagai bekal dalam menjalani kehidupan di lingkungan sekolah. Gerakan Rukun dengan Teman merupakan upaya bersama seluruh warga sekolah untuk menciptakan lingkungan yang harmonis melalui sikap saling menghormati, saling menghargai, dan saling peduli antarsesama.
Kegiatan ini memiliki empat tujuan utama, yaitu membantu siswa memahami arti kerukunan dengan teman, menumbuhkan sikap saling menghargai dan menghormati, menghindarkan siswa dari segala bentuk perundungan (bullying), serta membentuk peserta didik menjadi pelopor perdamaian di lingkungan sekolah.
Dalam penyampaian materi dijelaskan bahwa kerukunan dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti saling menghormati dan menghargai, menumbuhkan rasa persaudaraan, menolak segala bentuk bullying, serta saling membantu tanpa membeda-bedakan teman berdasarkan latar belakang, suku, agama, maupun kondisi fisik.
Pemateri juga mengingatkan bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Oleh karena itu, kerukunan menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan menjaga hubungan yang baik antarsesama, lingkungan sekolah akan menjadi lebih aman, nyaman, dan penuh semangat, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara optimal.
Sebagai bentuk implementasi nilai-nilai kerukunan, siswa diajak membiasakan sikap menghormati teman, menghargai setiap perbedaan, saling membantu ketika ada teman yang membutuhkan, serta membangun komunikasi yang baik dalam setiap aktivitas di sekolah.
Selain menanamkan budaya rukun, peserta MPLS juga diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan yang dapat merusak keharmonisan di lingkungan sekolah. Bentuk-bentuk bullying yang harus dihindari meliputi bullying fisik, bullying verbal, bullying sosial, serta cyber bullying atau perundungan melalui media digital. Seluruh siswa diharapkan mampu menjadi pelopor dalam mencegah dan menghentikan segala bentuk perundungan.
Materi juga membahas bagaimana menjadi teman yang baik. Siswa diajak untuk membiasakan diri mendengarkan ketika teman berbicara, menepati janji, senang menolong, serta menjaga kepercayaan dan rahasia teman. Sikap-sikap tersebut dinilai mampu mempererat hubungan persahabatan dan menciptakan lingkungan belajar yang saling mendukung.
Dalam menghadapi konflik, peserta diberikan pemahaman agar selalu mengedepankan penyelesaian secara damai. Langkah-langkah yang dianjurkan meliputi menenangkan diri sebelum bertindak, mendengarkan kedua belah pihak secara adil, menghindari sikap saling menyalahkan, berani meminta maaf apabila melakukan kesalahan serta bersedia memaafkan, kemudian mencari solusi bersama melalui musyawarah.
Tidak hanya itu, siswa juga dibekali etika dalam bermedia digital. Mereka diimbau untuk menggunakan media sosial secara bijak dengan tidak menyebarkan berita bohong (hoaks), tidak menyebarkan aib orang lain, serta tidak mengadu domba yang dapat memicu perselisihan. Sebaliknya, media digital diharapkan menjadi sarana untuk menyebarkan informasi yang positif, inspiratif, dan bermanfaat.
Sebagai penutup, pemateri mengajak seluruh peserta MPLS untuk menerapkan nilai-nilai utama dalam kehidupan sehari-hari, yaitu empati dan toleransi, kejujuran dan kerja sama, semangat gotong royong, tanggung jawab, serta sopan santun dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui Gerakan Rukun dengan Teman, SMK Muhammadiyah 1 Jakarta berharap seluruh peserta didik mampu menjadi generasi yang menghargai perbedaan, menjunjung tinggi persaudaraan, serta menjadi pelopor terciptanya lingkungan sekolah yang damai, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan. Dengan semangat “Bersama Kita Hebat, Bersatu Kita Kuat”, diharapkan budaya saling menghormati dan saling mendukung terus tumbuh dalam setiap aktivitas di lingkungan sekolah.
Penullis: Nabilly Izaz Khalish Dan Bilal
