SMK Muhammadiyah 1 Jakarta Jajaki Kerja Sama Internasional Bersama Indonesia-China Center for Education and Industry Cooperation (ICC) dan PT Enerfusion
Jakarta, jktmu.com – SMK Muhammadiyah 1 Jakarta menerima kunjungan rombongan dari Indonesia-China Center for Education and Industry Cooperation (ICC) dan PT Enerfusion pada Jumat, 19/6/2026. Rombongan yang hadir terdiri atas Xie Tianyi selaku Direktur Eksekutif Indonesia-China Center for Education and Industry Cooperation (ICC), Yang Bo selaku Direktur PT Enerfusion Technology Indonesia, Fu Zihao selaku Direktur PT Enerfusion Technology Australia, serta sejumlah anggota tim dari kedua institusi.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Febriantoni selaku Kepala SMK Muhammadiyah 1 Jakarta yang didampingi para wakil kepala sekolah dan staf sekolah. Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam menjajaki peluang kerja sama antara dunia pendidikan dan industri guna mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja global.
Dalam kesempatan tersebut, Xie Tianyi memaparkan berbagai program yang dijalankan oleh Indonesia-China Center for Education and Industry Cooperation (ICC). Salah satu program unggulannya adalah membangun sinergi antara lembaga pendidikan dan dunia industri melalui skema kerja sama yang menghubungkan institusi pendidikan dengan perusahaan-perusahaan di Tiongkok. Melalui program tersebut, ICC berperan sebagai jembatan yang menghubungkan kebutuhan industri dengan dunia pendidikan. Selama ini, kerja sama yang dijalankan lebih banyak melibatkan perguruan tinggi dan perusahaan. Namun, melihat besarnya potensi pendidikan vokasi di Indonesia, ICC mulai menjajaki kerja sama dengan sekolah-sekolah, khususnya SMK yang memiliki program keahlian sesuai dengan kebutuhan industri.
Menurut Xie Tianyi, kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi lulusan SMK Indonesia untuk memperoleh pengalaman bekerja di berbagai perusahaan yang berada di Tiongkok.
Menanggapi hal tersebut, Febriantoni menyambut baik program yang ditawarkan ICC. Menurutnya, pendidikan vokasi harus terus memperkuat keterkaitan dan keselarasan dengan dunia industri agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan kerja.
“Program seperti inilah yang dibutuhkan oleh SMK. Sekolah dan industri harus berjalan beriringan sehingga lulusan yang dihasilkan benar-benar siap memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa SMK Muhammadiyah 1 Jakarta terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Bentuk kerja sama tersebut dapat diwujudkan melalui sinkronisasi kurikulum sesuai kebutuhan industri, menghadirkan guru tamu dari perusahaan, pelaksanaan kunjungan industri, hingga penguatan program Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Pada kesempatan yang sama, Yang Bo memperkenalkan PT Enerfusion Technology Indonesia sebagai perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan dan teknologi energi. Perusahaan tersebut fokus pada pengembangan teknologi panel surya, baterai, sistem penyimpanan energi, teknologi kelistrikan dan efisiensi energi, sistem manajemen energi, serta konsultasi dan pengembangan proyek energi.
Selain memperkenalkan profil perusahaan, Yang Bo juga menyampaikan apresiasinya terhadap budaya sekolah yang diterapkan di SMK Muhammadiyah 1 Jakarta. Ia mengaku terkesan dengan kedisiplinan siswa dan komitmen sekolah dalam menegakkan aturan sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Menurutnya, pembinaan karakter dan kedisiplinan merupakan modal penting bagi siswa sebelum memasuki dunia kerja. Ketertarikannya terhadap sistem tersebut mendorong diskusi lebih lanjut mengenai proses pembelajaran, pembinaan siswa, serta berbagai program pendidikan yang diterapkan di sekolah.
Setelah sesi diskusi, rombongan diajak berkeliling untuk melihat berbagai fasilitas pembelajaran praktik yang dimiliki SMK Muhammadiyah 1 Jakarta. Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain bengkel otomotif, laboratorium Teknik Ketenagalistrikan, serta instalasi panel surya yang digunakan sebagai sarana pembelajaran berbasis energi terbarukan.
Kunjungan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara SMK Muhammadiyah 1 Jakarta, Indonesia-China Center for Education and Industry Cooperation (ICC), dan PT Enerfusion dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri global serta membuka peluang yang lebih luas bagi lulusan SMK di masa mendatang.
Penulis: Tati Nurkhikmah
