Seminar Literasi Digital: Menggali Potensi dan Mewaspadai Resiko Kecerdasan Buatan (AI)
JAKARTA 29 JANUARI 2026– Dalam upaya memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, sebuah seminar mengenai teknologi Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan telah diselenggarakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Acara ini bertujuan untuk membekali audiens dengan pemahaman komprehensif mengenai manfaat sekaligus bahaya yang menyertai perkembangan pesat teknologi tersebut.
Dua Sisi Mata Uang Teknologi AI
Narasumber utama, Fendi, menjelaskan bahwa AI memiliki dampak positif yang signifikan, terutama bagi pelajar dan kreator konten.
Beberapa kemudahan yang ditawarkan antara lain:
- Efisiensi Akademik
Membantu pelajar dalam menyelesaikan tugas dan menjawab soalsoal sulit secara instan. - Kreativitas Digital
Mempermudah proses pembuatan foto, gambar, hingga pengolahan visual lainnya yang kini kian canggih. - Otomasi
Pemanfaatan robot berbasis AI untuk mendukung berbagai pekerjaan manusia.
Namun, di balik kemudahan tersebut, Fendi juga memberikan peringatan keras mengenai potensi penyalahgunaan teknologi ini. Ia menyoroti maraknya penggunaan AI untuk hal-hal yang tidak etis, seperti:
- Pelanggaran Privasi
Rekayasa foto figur publik atau artis menjadi konten yang tidak senonoh atau tidak wajar. - Keamanan Data
Risiko pencurian atau penyalahgunaan data pribadi yang dapat terekam oleh sistem AI.
Menutup sesi wawancara, narasumber menekankan bahwa dampak AI di masa depan sepenuhnya bergantung pada moralitas dan kendali para penggunanya. Meskipun teknologi terus berkembang, manusialah yang memegang kendali apakah AI akan menjadi alat yang membantu atau justru memperburuk keadaan.
“Tergantung pada penggunanya. Jika kita bisa menggunakannya untuk hal positif, maka dampaknya akan baik. Namun saat ini masih banyak yang menyalahgunakannya untuk hal negatif,” ujar Fendi dalam sesi tanya jawab tersebut.
Penulis: Muhammad Jafar Firdaus dan Muhammad Raikhan Baihaqi (Tim Jurnalistik)
