News

Cegah Sanksi Kampus, SMK Muhammadiyah 1 Jakarta Gelar Konseling Individu Jelang Penutupan SNBP

Jakarta, jktmu.com – Sebanyak 48 murid kelas 12 SMK Muhammadiyah 1 Jakarta yang dinyatakan eligible (layak daftar), mengikuti rangkaian konseling individu secara intensif pada Kamis, 22/1/2025. Langkah strategis ini diambil pihak sekolah untuk memantapkan pemilihan jurusan dalam Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) khususnya jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Konseling ini tidak hanya berfokus pada strategi pemilihan program studi (prodi) yang sesuai minat dan nilai rapor, tetapi juga menyasar pemahaman orang tua yang masih keliru mengenai sistem perkuliahan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Meluruskan Mitos “Negeri Itu Gratis”
Tim Bimbingan dan Konseling (BK) SMK Muhammadiyah 1 Jakarta menemukan fakta di lapangan bahwa masih banyak orang tua murid yang memiliki pola pikir (mindset) bahwa kuliah di universitas negeri sepenuhnya gratis tanpa biaya.
“Kami menemukan hambatan di mana orang tua mengira masuk PTN itu nol rupiah. Padahal, realitanya tetap ada kewajiban membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) setiap semesternya. Melalui konseling ini, kami berikan simulasi biaya agar orang tua dan murid paham. Jangan sampai murid sudah diterima, namun terpaksa mundur karena orang tua kaget dengan biayanya,” ujar Yasmin Ghaliyah, perwakilan SMK Muhammadiyah 1
Sekolah menegaskan bahwa transparansi kemampuan finansial orang tua sangat krusial dalam pemilihan jurusan, mengingat bantuan KIP-Kuliah dan KJMU pun memiliki kuota dan persaingan tersendiri.
Selain faktor ekonomi, fokus utama konseling kepada 48 siswa ini adalah sosialisasi aturan ketat SNPMB tahun ini. Pihak sekolah menekankan bahwa kelulusan di jalur SNBP bersifat mengikat.
Wajib Diambil atau Sekolah Kena Sanksi
Sesuai aturan panitia pusat, murid yang dinyatakan lulus SNBP wajib melakukan daftar ulang. Jika tidak diambil, sanksinya sangat berat. Siswa tersebut akan diblokir dan tidak bisa mengikuti jalur tes tulis (SNBT) maupun jalur mandiri di PTN manapun.
“Ini bukan main-main. Jika murid kami lolos tapi tidak diambil, dampaknya sistemik. Sekolah bisa terkena penalti berupa pengurangan indeks sekolah hingga pengurangan kuota penerimaan untuk adik-adik kelas mereka di tahun depan,” tegasnya.
Dengan pendekatan personal kepada 48 murid terpilih ini, SMK Muhammadiyah 1 Jakarta berharap dapat mengantarkan lulusannya ke gerbang universitas impian dengan persiapan matang, sekaligus menjaga reputasi sekolah di mata Perguruan Tinggi Negeri.

Penulis: Tim BK SMK Muhammadiyah 1 Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *