Style

Hakikat Kehidupan Dunia

Jakarta, jktmu.com – Hadirin yang dirahmati Allah, kehidupan di dunia pada hakikatnya bukanlah tujuan akhir, melainkan tempat singgah sementara. Allah ﷻ mengingatkan dalam Al-Qur’an: “Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Al-Hadid: 20). Ayat ini menegaskan bahwa gemerlap dunia sering membuat manusia terlena, lupa bahwa hidup memiliki batas dan arah yang lebih besar, yaitu kehidupan akhirat yang kekal.

Dunia diciptakan bukan untuk dibenci, tetapi juga bukan untuk dicintai secara berlebihan. Ia adalah ladang amal, tempat manusia menanam kebaikan yang kelak akan dipanen di akhirat. Rasulullah ﷺ bersabda: “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir.” (HR. Bukhari). Seorang musafir tentu tidak sibuk memperindah tempat singgahnya, karena ia tahu perjalanan masih panjang dan tujuan utamanya ada di depan.

Sering kali manusia mengukur kebahagiaan dengan harta, jabatan, dan popularitas, padahal semua itu tidak menjamin ketenangan. Allah ﷻ berfirman: “Ketahuilah, dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28). Hakikat kehidupan dunia sesungguhnya adalah ujian keimanan: apakah nikmat membuat kita bersyukur, dan apakah kesulitan membuat kita bersabar.

Seorang ulama besar, Hasan al-Bashri rahimahullah, pernah berkata: “Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari. Setiap kali satu hari berlalu, maka berkuranglah bagian dari dirimu.” Kata-kata ini sangat menyentuh, mengingatkan bahwa waktu adalah kehidupan itu sendiri. Setiap detik yang terlewat tidak akan pernah kembali, dan setiap usia yang bertambah berarti semakin dekat dengan perjumpaan kita kepada Allah.

Maka, marilah kita memaknai kehidupan dunia dengan seimbang: bekerja dengan sungguh-sungguh, namun tetap mengingat akhirat; menikmati nikmat Allah, tanpa melupakan syukur dan ketaatan. Dunia akan kita tinggalkan, tetapi amal akan terus menemani. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba yang bijak memanfaatkan dunia sebagai jalan menuju ridha-Nya dan kebahagiaan yang hakiki di akhirat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Penulis: Asep Munandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *