Makin Berkualitas! USK Kelas XII TJKT SMK Muhammadiyah 1 Jakarta Tahun 2025 Dinilai Lebih Siap Industri
Jakarta – SMK Muhammadiyah 1 Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas lulusan melalui pelaksanaan Uji Sertifikasi Kompetensi (USK) Tahun 2025. Seluruh siswa kelas XII jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) mengikuti USK yang dilaksanakan secara tertib, sistematis, dan sesuai standar LSP P3.
Pelaksanaan USK ini menjadi bagian penting dari program sekolah dalam memastikan bahwa siswa kelas XII memiliki kompetensi kerja yang terukur dan diakui, khususnya di bidang jaringan komputer. Ujian dilaksanakan melalui rangkaian persiapan akademik, praktik laboratorium jaringan, simulasi ujian, serta asesmen langsung oleh asesor bersertifikat dari LSP.
Keberhasilan pelaksanaan USK TJKT 2025 tidak terlepas dari proses persiapan yang dilakukan secara terstruktur dan berjenjang. Pak M. Tio Siregar, selaku Kepala Program Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, menjelaskan bahwa persiapan USK telah disusun berdasarkan skema sertifikasi LSP P3.
“Persiapan USK dilakukan secara terstruktur dan bertahap, dimulai dari pemetaan SKKNI dan unit kompetensi yang diujikan. Fokus kami pada konfigurasi IP Address, NAT, manajemen bandwidth, serta filtering firewall untuk pemblokiran situs,” jelasnya.
Dalam proses pembelajaran, siswa kelas XII TJKT dibiasakan dengan pembelajaran berbasis praktik (hands-on lab). Siswa melakukan konfigurasi langsung pada RouterBoard MikroTik maupun CHR (Cloud Hosted Router) menggunakan Winbox dan CLI, sehingga terbiasa dengan kondisi kerja nyata di dunia industri.
Selain itu, sekolah juga melaksanakan simulasi USK (try out internal) dengan skenario mendekati soal LSP, seperti pembagian bandwidth per user, pemblokiran situs menggunakan firewall layer 7 atau address-list, serta pengujian koneksi klien. Siswa juga dibekali pemahaman administrasi dan K3, termasuk SOP kerja jaringan serta pengisian dokumen asesmen APL-01 dan APL-02.
Meski pelaksanaan USK berjalan lancar, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi siswa kelas XII TJKT, terutama pada aspek teknis.
“Beberapa siswa masih kurang teliti pada konfigurasi awal, seperti penentuan IP Address, penempatan interface WAN dan LAN, serta rule firewall yang saling bertabrakan. Selain itu, manajemen waktu menjadi tantangan bagi siswa yang belum terbiasa melakukan troubleshooting,” ungkap Pak Tio.
Namun demikian, kendala tersebut dapat diatasi melalui pendampingan asesor serta kesiapan tim teknis sekolah. USK TJKT 2025 sendiri menekankan kompetensi inti, seperti manajemen bandwidth MikroTik, keamanan jaringan dasar, troubleshooting jaringan, serta sikap kerja profesional yang mencakup kerapian konfigurasi, kepatuhan SOP, dan dokumentasi hasil kerja.
Secara umum, hasil USK tahun 2025 menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Siswa dinilai lebih percaya diri, kesalahan fatal berkurang signifikan, dan waktu penyelesaian tugas menjadi lebih efisien. Hal ini didukung oleh intensitas praktik yang lebih tinggi serta penerapan problem-based learning (PBL) dalam pembelajaran.
Ke depan, SMK Muhammadiyah 1 Jakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas USK TJKT melalui pendalaman materi lanjutan MikroTik, integrasi simulasi industri, pelatihan sertifikasi guru, penambahan jam praktik troubleshooting, serta peningkatan fasilitas Tempat Uji Kompetensi (TUK).
Dengan pelaksanaan USK yang semakin berkualitas, SMK Muhammadiyah 1 Jakarta optimistis dapat terus mencetak lulusan kelas XII TJKT yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia industri teknologi informasi dan jaringan.
Penulis: Krispiyadi
