Rakornas S/M Unggul 2026: Menguatkan Kepemimpinan dan Growth Mindset untuk Membangun Sekolah Berdaya Saing Global
Depok, jkt — Forum Komunikasi Nasional Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Unggul menjadi momentum penting bagi para pemimpin satuan pendidikan Muhammadiyah untuk memperkuat strategi pengembangan sekolah dan madrasah agar semakin unggul, adaptif, dan mampu menyiapkan lulusan yang berdaya saing global.
Kegiatan yang digelar di Depok, Selasa (29/9/2026), menghadirkan berbagai agenda penguatan kapasitas kepemimpinan pendidikan. Salah satu sesi utama mengangkat tema “Leading with Growth Mindset: Membangun Sekolah/Madrasah Unggul, Menyiapkan Lulusan Berdaya Saing Global.”
Sesi tersebut menghadirkan Prof. Ir. Drs. Djohan Yoga, M.Sc. MOT, Ph.D., Master Trainer di Growth Mindset Academy Singapore sekaligus penyusun Modul Growth Mindset Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dalam pemaparannya, konsep growth mindset menjadi salah satu pendekatan yang dapat mendorong warga sekolah untuk terus belajar, berkembang, terbuka terhadap perubahan, serta tidak berhenti pada pencapaian yang telah diraih. Kepemimpinan sekolah tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan administrasi, tetapi juga bagaimana membangun budaya belajar dan mendorong seluruh warga sekolah untuk berkembang secara berkelanjutan.
Peserta forum mendapatkan penguatan mengenai pentingnya pola pikir berkembang dalam membangun sekolah yang unggul. Kepala sekolah, guru, dan pengelola pendidikan didorong untuk melihat tantangan sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan organisasi.
Strategi Pengembangan SMK
Dalam konteks pendidikan kejuruan, penguatan growth mindset memiliki relevansi yang erat dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah. Perkembangan teknologi, transformasi industri, perubahan kebutuhan kompetensi, serta tuntutan keterampilan abad ke-21 membuat SMK perlu terus melakukan pembaruan.
Sekolah tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis. Lulusan juga perlu memiliki kemampuan beradaptasi, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, pemecahan masalah, serta kemauan untuk terus belajar.
Strategi pengembangan SMK unggul juga perlu dilakukan melalui penguatan hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), pengembangan pembelajaran berbasis proyek, peningkatan kompetensi guru, optimalisasi Teaching Factory, serta penciptaan lingkungan belajar yang relevan dengan perkembangan industri.
Melalui kolaborasi tersebut, sekolah dapat semakin mendekatkan proses pembelajaran dengan kebutuhan nyata di dunia kerja sekaligus memberikan pengalaman yang lebih kontekstual kepada peserta didik.
Menyiapkan Lulusan Berdaya Saing Global
Pesan penting yang mengemuka dalam kegiatan ini adalah perlunya sekolah mempersiapkan peserta didik menghadapi lingkungan yang semakin terbuka dan kompetitif. Kemampuan berbahasa asing, literasi digital, penguasaan teknologi, karakter, etos kerja, dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dari kesiapan lulusan.
Bagi SMK Muhammadiyah, penguatan tersebut juga sejalan dengan upaya membangun pendidikan vokasi yang mampu menghubungkan peserta didik dengan berbagai peluang, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Forum Komunikasi Nasional Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Unggul diharapkan menjadi ruang berbagi praktik baik, memperkuat jejaring antar-satuan pendidikan, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam pengelolaan pendidikan Muhammadiyah.
Dengan semangat growth mindset, pengembangan sekolah tidak berhenti pada pencapaian hari ini, tetapi terus diarahkan pada proses perbaikan dan inovasi untuk mempersiapkan generasi yang islami, kompeten, responsif terhadap perubahan, dan mampu bersaing di tingkat global.
